OLAHDISIPLIN

Manajemen Tim

CEO GoTo Ungkap Rahasia Kepemimpinan Tim di Era Digital: Ambil Keputusan Cepat dan Adaptif

CEO GoTo, Patrick Walujo, menekankan bahwa kepemimpinan tim di era digital membutuhkan kecepatan dalam pengambilan keputusan dan kemampuan beradaptasi berbasis data. Disiplin eksekutif dan budaya transparan menjadi kunci untuk menjaga organisasi tetap responsif di tengah ketidakpastian. Profesional muda dapat menerapkan prinsip ini dengan berani mengambil keputusan cepat, mengevaluasi secara data-driven, dan tidak takut gagal.

CEO GoTo Ungkap Rahasia Kepemimpinan Tim di Era Digital: Ambil Keputusan Cepat dan Adaptif

Di era digital yang ditandai dengan ketidakpastian pasar dan perubahan yang cepat, kecepatan dalam pengambilan keputusan dan kemampuan beradaptasi menjadi fondasi utama kepemimpinan tim yang efektif. Demikian disampaikan CEO GoTo, Patrick Walujo, dalam Leadership Summit 2026 di Jakarta. Ia menekankan bahwa pemimpin tidak bisa lagi mengandalkan perencanaan jangka panjang yang kaku; mereka harus mampu mengambil keputusan secara cepat berdasarkan data, lalu beradaptasi dengan hasilnya. Pengalaman GoTo dalam menghadapi pandemi menjadi bukti nyata bagaimana disiplin eksekutif dan kolaborasi tim menyelamatkan bisnis.

Kecepatan dan Adaptasi: Kunci Kepemimpinan Era Digital

Patrick Walujo mengungkapkan bahwa di era digital, siklus bisnis semakin pendek dan persaingan semakin ketat. Pemimpin dituntut untuk tidak terjebak dalam analisis berlebihan (paralysis by analysis). Sebaliknya, mereka harus berani mengambil keputusan cepat, meskipun dengan informasi yang tidak sempurna, lalu melakukan koreksi segera jika hasilnya di luar ekspektasi. Dalam sesi tersebut, ia merinci sejumlah prinsip yang diterapkan di GoTo:

  • Kecepatan eksekusi – Setiap keputusan strategis harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata, bukan ditunda untuk diskusi lebih lanjut.
  • Adaptasi berbasis data – Keputusan cepat harus didukung oleh analisis data real-time, bukan sekadar intuisi. Evaluasi dilakukan secara periodik untuk memastikan arah yang tepat.
  • Kolaborasi lintas tim – Pengambilan keputusan tidak dilakukan dalam silo; komunikasi terbuka antar divisi mempercepat respons terhadap perubahan pasar.

Disiplin Eksekutif dan Budaya Data-Driven

Selain kecepatan, disiplin eksekutif menjadi faktor kritis yang membedakan pemimpin efektif di era digital. Patrick menekankan bahwa strategi terbaik tidak akan berarti apa-apa jika tidak dieksekusi secara konsisten. GoTo menerapkan budaya transparan dan berorientasi hasil, di mana setiap anggota tim memahami target dan metrik keberhasilan mereka. “Kami mendorong budaya tidak takut gagal, tetapi setiap kegagalan harus dianalisis secara data-driven untuk menjadi pembelajaran,” ujar Patrick. Ia juga menambahkan bahwa evaluasi rutin terhadap keputusan yang telah diambil membantu organisasi tetap lincah dan responsif.

Dalam konteks manajemen krisis, pemimpin harus mampu menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis (psychological safety) agar tim berani menyampaikan ide dan kekhawatiran tanpa rasa takut. Hal ini memungkinkan organisasi bergerak lebih cepat dalam mengambil keputusan sulit, seperti saat pandemi ketika GoTo harus merombak model bisnis dalam waktu singkat. Kolaborasi dan komunikasi yang transparan menjadi fondasi keberhasilan tersebut.

Bagi profesional muda yang ingin mengembangkan kepemimpinan tim di era digital, Patrick memberikan pesan konkret: jangan takut gagal. Jadikan setiap pengalaman sebagai bahan belajar, dan biasakan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perasaan. Mulailah dengan menerapkan kebiasaan evaluasi mingguan terhadap keputusan yang Anda buat — apa yang berhasil, apa yang tidak, dan bagaimana cara meningkatkan kecepatan serta kualitas keputusan berikutnya. Disiplin inilah yang akan membedakan Anda sebagai pemimpin yang adaptif dan berorientasi hasil di tengah perubahan yang tak pernah berhenti.