OLAHDISIPLIN

Disiplin Eksekutif

Menhan Sjafrie Tekankan Kesiapan Tempur dan Pembangunan Bagi Prajurit Perbatasan

Menhan Sjafrie Tekankan Kesiapan Tempur dan Pembangunan Bagi Prajurit Perbatasan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung dan memberikan pengarahan kepada prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 881/Baratama Dharma di Sebuku, Nunukan, Kalimantan Utara. Dalam arahannya, Menhan menegaskan peran ganda prajurit perbatasan: sebagai kekuatan tempur sekaligus agen pembangunan. Ini adalah contoh konkret kepemimpinan yang menetapkan ekspektasi dan tanggung jawab ganda yang jelas di lapangan. Sebagai prajurit tempur, setiap personel wajib menguasai kemampuan dasar menembak, patroli taktis, dan bela diri. Namun, sebagai prajurit teritorial, mereka juga harus memiliki kemampuan produksi (pertanian/peternakan), konstruksi, dan pelayanan kesehatan untuk membantu masyarakat setempat. Menhan menekankan bahwa prajurit perbatasan harus siap menghadapi segala ancaman untuk mengawal kedaulatan NKRI. Arahan ini mengajarkan bahwa kepemimpinan efektif di lingkungan kompleks memerlukan pengembangan tim yang multifungsi dan beradaptasi. Selain kemampuan teknis, Menhan mengingatkan pentingnya memegang teguh disiplin, menjauhi pelanggaran, dan patuh pada komando. Pelajaran kepemimpinan: definisikan misi ganda dengan jelas, bekali tim dengan keterampilan yang sesuai, dan tanamkan nilai inti sebagai fondasi disiplin operasional.