OLAHDISIPLIN

Karir

Pentingnya Sertifikasi Karir bagi Profesional Muda: Pandangan Mantan Danjen Kopassus

Mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) TNI Yayat Ruhiyat menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi—seperti manajemen proyek dan kepemimpinan—bagi profesional muda di era digital. Analogi dengan seleksi ketat Kopassus menunjukkan bahwa pengakuan formal terhadap kemampuan menjadi standar baku untuk karir yang terukur. Profesional muda disarankan untuk terus belajar dan mengambil sertifikasi relevan guna meningkatkan daya saing dan kredibilitas.

Pentingnya Sertifikasi Karir bagi Profesional Muda: Pandangan Mantan Danjen Kopassus

Disiplin dan standar kualifikasi yang ketat menjadi fondasi utama kesuksesan di dunia militer. Menurut Mayjen (Purn) TNI Yayat Ruhiyat, mantan Komandan Jenderal Kopassus, prinsip yang sama juga berlaku bagi profesional muda dalam merancang karir di era digital. Dalam webinar 'Future Skills for Young Professionals' yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan, ia menekankan bahwa sertifikasi kompetensi—seperti manajemen proyek atau kepemimpinan—bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mutlak untuk bersaing. Pengalaman saja tidak lagi cukup; diperlukan pengakuan formal terhadap kemampuan agar karir terukur dan terarah.

Standar Baku sebagai Fondasi Karir Terukur

Yayat membandingkan dunia profesi dengan sistem di TNI, terutama di kesatuan elit Kopassus. Setiap prajurit harus melalui seleksi ketat dan mendapatkan brevet sebagai bukti kompetensi. Hal yang sama harus diterapkan oleh para profesional muda: memiliki standar baku yang jelas melalui sertifikasi. Tanpa itu, perkembangan karir menjadi sulit diukur dan mudah tertinggal oleh mereka yang memiliki bukti kompetensi yang diakui. Danjen Kopassus ini menegaskan bahwa proses belajar harus terus-menerus, dan hasilnya perlu dikonfirmasi dengan sertifikasi resmi.

  • Sertifikasi memberikan standar kompetensi yang objektif, layaknya brevet di militer.
  • Profesional muda harus memilih sertifikasi yang relevan dengan bidang karir dan industri yang dituju.
  • Kombinasi pengalaman praktis dan sertifikasi formal akan memperkuat posisi dalam persaingan kerja.

Belajar dari Kopassus: Seleksi Ketat sebagai Fondasi Keunggulan

Kopassus dikenal dengan standar seleksi yang sangat ketat—hanya yang terbaik yang lolos. Prinsip ini mengajarkan bahwa kesuksesan karir tidak datang dari jalan pintas. Mantan Danjen Yayat mendorong profesional muda untuk tidak ragu mengikuti program sertifikasi, meski membutuhkan dedikasi dan waktu. Proses itu sendiri adalah latihan disiplin dan ketekunan, dua hal yang juga diajarkan di militer. Dengan memiliki sertifikasi, seorang profesional tidak hanya diakui kemampuannya, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk terus berkembang.

  • Seleksi ketat seperti di Kopassus membentuk karakter tangguh dan kompetensi teruji.
  • Profesional muda harus melihat sertifikasi sebagai investasi jangka panjang untuk kredibilitas.
  • Konsistensi belajar dan menguji diri adalah kunci untuk mempertahankan daya saing.

Takeaway untuk Profesional Muda: Mulailah dengan mengidentifikasi bidang yang ingin dikuasai, lalu cari program sertifikasi yang diakui secara nasional atau internasional. Ambil langkah konkret dengan mendaftar, menjalani pelatihan, dan lulus ujian. Jadikan sertifikasi sebagai bukti nyata dari komitmen Anda terhadap keunggulan—seperti halnya brevet bagi prajurit Kopassus. Disiplin dan standar tinggi bukan hanya milik militer, tetapi juga kunci sukses di dunia profesional.