Dalam wawancara eksklusif, CEO Gojek Kevin Aluwi membongkar rahasia membangun tim solid yang langsung ia adaptasi dari prinsip militer. Bagi profesional muda, inti pelajarannya bukan hierarki kaku, melainkan tiga pilar fundamental: structure clarity, accountability, dan mutual respect. Kepemimpinan sejati, tegas Kevin, bukan soal posisi, melainkan pengaruh positif yang mendorong setiap anggota tim mengambil inisiatif dan berkomunikasi dengan jelas.
Tiga Pilar Tim Solid ala Militer
Dalam dunia militer, setiap prajurit tahu persis perannya di medan operasi. Prinsip ini diterapkan Kevin di Gojek melalui kejelasan struktur yang membuat setiap orang memahami tanggung jawab dan wewenangnya. Berikut tiga pilar inti yang ia tekankan:
- Structure Clarity – Setiap anggota tim harus tahu peran, tugas, dan batas wewenang. Tanpa kebingungan, eksekusi menjadi lebih cepat dan tepat.
- Accountability – Bukan sekadar tanggung jawab, tetapi keberanian mengakui kesalahan dan belajar darinya. Dalam budaya militer, akuntabilitas adalah fondasi kepercayaan.
- Mutual Respect – Rasa hormat timbal balik menciptakan lingkungan saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Ini kunci kolaborasi yang solid.
Pelajaran ini sangat relevan bagi profesional muda yang ingin membangun tim tangguh. Tanpa kejelasan struktur, tim berjalan tanpa arah. Tanpa akuntabilitas, kesalahan disembunyikan. Tanpa rasa hormat, kolaborasi terhambat.
Budaya Feedback dan Keberanian Ambil Inisiatif
Kevin juga menyoroti pentingnya feedback loop dan budaya belajar dari kegagalan. Dalam militer, setiap misi dievaluasi secara terbuka untuk perbaikan. Di Gojek, prinsip yang sama diterapkan: kegagalan bukan aib, melainkan pelajaran berharga. Ia mendorong profesional muda untuk tidak takut mengambil inisiatif, karena tanpa inisiatif tim akan stagnan. Namun, inisiatif harus dibarengi komunikasi yang jelas agar tidak menimbulkan miskonsepsi.
“Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi tentang pengaruh positif yang Anda berikan pada tim,” ujar Kevin. Ia menambahkan bahwa pemimpin sejati mampu menciptakan psychological safety—ruang di mana anggota tim berani bicara, berdebat, dan bahkan gagal tanpa takut dihakimi.
Bagi profesional muda, takeaway dari wawancara CEO Gojek ini sangat aplikatif. Mulailah dengan memastikan setiap anggota tim Anda memahami peran dan tanggung jawab mereka (structure clarity). Kedua, jadilah pribadi yang accountable—berani mengakui kesalahan dan terbuka terhadap masukan. Ketiga, tumbuhkan mutual respect dengan menghargai kontribusi orang lain, sekecil apa pun. Jangan ragu mengambil inisiatif, tetapi pastikan Anda mengomunikasikannya dengan jelas. Ingatlah, kepemimpinan Anda tidak diukur dari posisi, melainkan dari seberapa besar pengaruh positif yang Anda berikan.