OLAHDISIPLIN

Wawancara

Wawancara dengan Laksamana (TNI) Yudo Margono: "Kepemimpinan adalah tentang Mengambil Tanggung Jawab"

Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono menegaskan bahwa inti kepemimpinan adalah tanggung jawab, bukan kekuasaan. Kepemimpinan efektif dibangun melalui keputusan berbasis prinsip, akuntabilitas penuh, dan keteladanan yang menginspirasi transformasi budaya organisasi. Bagi profesional muda, membangun kredibilitas dimulai dari konsistensi dalam mengambil dan memenuhi tanggung jawab pribadi.

Wawancara dengan Laksamana (TNI) Yudo Margono: "Kepemimpinan adalah tentang Mengambil Tanggung Jawab"

Dalam dunia kepemimpinan, kekuasaan sering kali dianggap sebagai simbol utama. Namun, Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono menegaskan bahwa inti sejatinya adalah tanggung jawab. Baginya, kepemimpinan bukan tentang otoritas, tetapi tentang keberanian memikul beban untuk tugas, tim, dan tujuan organisasi—dan tidak pernah menghindar dari konsekuensi. Prinsip ini menjadi fondasi setiap keputusan dan aksi, serta pelajaran krusial bagi eksekutif muda: menjadi pemimpin berarti dengan sadar mengambil tanggung jawab.

Membangun Kredibilitas melalui Kepemimpinan Berbasis Prinsip

Laksamana Yudo menggambarkan tanggung jawab sebagai katalisator yang mengubah posisi menjadi fungsi kepemimpinan nyata. Kepemimpinan efektif lahir dari keberanian mengambil keputusan sulit dengan pertimbangan matang, data akurat, dan keberanian moral. Proses ini membutuhkan integritas dan etika kokoh—prinsip tidak dikorbankan untuk kepentingan jangka pendek. Dalam konteks organisasi bisnis, fondasi ini diterjemahkan menjadi pilar utama yang membangun kredibilitas seorang pemimpin.

  • Keputusan Berbasis Nilai: setiap pilihan strategis harus selaras dengan nilai inti organisasi dan dampak jangka panjangnya.
  • Akuntabilitas Penuh: pemimpin tidak mencari kambing hitam, tetapi menjadi yang pertama bertanggung jawab atas hasil tim.
  • Fokus pada Dampak Holistik: pertimbangan efek terhadap seluruh ekosistem organisasi, dari SDM hingga reputasi.

Dengan menjadikan tanggung jawab sebagai kompas, seorang pemimpin tidak hanya membuat keputusan tepat, tetapi juga membangun track record konsisten yang menjadi dasar kepercayaan kolega dan atasan.

Dari Keteladanan ke Transformasi Budaya Organisasi

Kepemimpinan yang berakar pada tanggung jawab memiliki efek berantai yang mengubah budaya organisasi. Laksamana Yudo menekankan bahwa inspirasi terbesar berasal dari keteladanan, bukan perintah. Pemimpin yang tidak gentar memikul tanggung jawab akan menumbuhkan rasa saling percaya dan mendorong turunnya semangat accountability ke seluruh hierarki. Dalam lingkungan ini, inovasi dan kolaborasi sejati dapat berkembang.

Bagi profesional muda, ini adalah panduan membangun kredibilitas: kepercayaan dibangun dengan konsistensi dalam memenuhi komitmen dan mengakui kesalahan. Kepemimpinan dimulai dari lingkup tanggung jawab pribadi seseorang, sebelum berkembang ke lingkup lebih luas. Proses ini juga mengajarkan manajemen risiko dan ketahanan (resilience)—memahami bahwa kegagalan adalah bagian pembelajaran lebih bernilai daripada budaya menyalahkan. Dengan demikian, etika kepemimpinan yang kuat menjadi inspirasi bagi seluruh tim.

Takeaway bagi profesional muda: mulai hari ini, praktikkan satu tindakan sederhana yang memperkuat tanggung jawab dalam lingkup kerja Anda. Secara proaktif melaporkan progres proyek, mengakui kekurangan dalam presentasi, atau menjadi garda terdepan menyelesaikan masalah tim. Langkah kecil ini membangun fondasi kepemimpinan yang kokoh dan kredibel.