OLAHDISIPLIN

Wawancara

Wawancara Eksklusif : Kepala BRIN Bahas Sinergi Riset dan Pertahanan

Wawancara eksklusif Kepala BRIN Laksamana Madya TNI (Purn.) Dr. Amarulla Octavian menekankan bahwa sinergi riset dan pertahanan adalah kunci inovasi. Pelajaran utama bagi profesional muda: bangun disiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan dampak nyata. Terapkan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan sebagai fondasi kepemimpinan Anda.

Wawancara Eksklusif : Kepala BRIN Bahas Sinergi Riset dan Pertahanan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksamana Madya TNI (Purn.) Dr. Amarulla Octavian, dalam wawancara eksklusif dengan Tempo menegaskan bahwa sinergi riset dan pertahanan adalah kunci daya saing bangsa. Beliau mengingatkan para profesional muda: inovasi tidak bisa lahir dari kerja sendiri—kolaborasi lintas sektor, terutama antara akademisi, industri, dan militer, adalah fondasi kemajuan. Disiplin dan akuntabilitas menjadi nilai non-negosiasi dalam setiap proses riset, sama halnya dengan budaya militer. Pelajaran utama bagi pembaca Olah Disiplin: keunggulan lahir dari integrasi, bukan isolasi.

Disiplin Sains Setara Disiplin Militer: Fondasi Inovasi Pertahanan

Octavian menyoroti bahwa budaya riset di Indonesia harus bertransformasi menjadi lebih disiplin dan terukur. Beliau menekankan, “Disiplin sains sama dengan disiplin militer—tidak ada ruang untuk asal-asalan.” Dalam konteks kepemimpinan, prinsip ini menjadi pegangan bagi para profesional muda yang ingin membangun kredibilitas dan dampak kerja. Ketepatan waktu, akuntabilitas data, serta kepatuhan terhadap standar adalah tiga pilar utama yang membedakan riset biasa dengan riset yang menghasilkan solusi nyata. Contoh nyata adalah pengembangan radar lokal yang kini digunakan TNI AL—buah dari konsistensi dan sinergi yang terjaga.

Kolaborasi dan Sinergi: Strategi Memperkuat Ekosistem Riset dan Pertahanan

Dalam wawancara tersebut, Octavian menguraikan langkah strategis yang diperlukan untuk memperkuat sinergi riset dan pertahanan. Berikut adalah poin-poin kepemimpinan yang bisa langsung diterapkan oleh para profesional muda:

  • Bangun jejaring lintas sektor: Kolaborasi antara akademisi, industri, dan militer bukan sekadar formalitas—ini adalah ekosistem yang saling menguatkan. Profesional muda harus aktif membangun relasi di luar zona nyaman.
  • Prioritaskan budaya disiplin: Tanpa disiplin, inovasi akan kehilangan arah. Mulailah dari hal kecil: patuhi tenggat waktu, catat setiap proses riset, dan pastikan data dapat dipertanggungjawabkan.
  • Manfaatkan sumber daya bersama: Sinergi antara BRIN dan TNI AL dalam pengembangan radar lokal menunjukkan bahwa berbagi sumber daya dan keahlian mempercepat hasil. Jangan ragu untuk memanfaatkan keahlian dari luar organisasi Anda.
  • Jadilah pemimpin yang akuntabel: Octavian mengingatkan bahwa setiap hasil riset harus bisa diuji dan dipertanggungjawabkan. Sikap ini membangun kepercayaan dan kredibilitas jangka panjang.

Takeaway bagi profesional muda: Jika Anda ingin membawa perubahan signifikan di organisasi, mulailah dengan membangun disiplin pribadi dan jejaring kolaboratif. Jadikan sinergi sebagai gaya kerja, bukan sekadar wacana. Langkah konkret yang bisa Anda lakukan minggu ini adalah mengidentifikasi satu mitra potensial di luar tim Anda dan ajak mereka untuk berdiskusi tentang proyek bersama. Konsistensi dan keterbukaan terhadap kolaborasi akan membuat Anda menjadi pemimpin yang diandalkan dalam ekosistem inovasi dan pertahanan.