CEO GoTo Patrick Walujo membagikan pelajaran kepemimpinan yang terinspirasi dari taktik militer: pendekatan eksekusi cepat (rapid execution) yang disiplin. Ia menegaskan bahwa kecepatan tanpa kendali hanya akan menghasilkan kekacauan. Inti dari kepemimpinan di era digital adalah membangun keseimbangan antara manajemen yang terstruktur dan kemampuan adaptasi yang gesit. Bagi profesional muda, ini berarti mengadopsi mentalitas operasi militer—dimana setiap anggota tim memiliki tanggung jawab jelas, namun tetap siap bergerak cepat merespons perubahan pasar.
Disiplin dan Fleksibilitas: Fondasi Eksekusi Cepat
Menurut Patrick, eksekusi cepat bukanlah tentang terburu-buru tanpa arah, melainkan tentang memiliki standard operating procedure (SOP) yang ketat namun tidak kaku. Ia mencontohkan tim produk GoTo yang menggunakan metode sprint dengan siklus keputusan pendek—persis seperti rapat operasi militer. Setiap anggota tim bertanggung jawab penuh pada bagiannya, dan perubahan pasar direspons dalam hitungan jam, bukan hari. Pelajaran kunci dari pendekatan ini adalah:
- SOP yang jelas menjadi panduan, bukan belenggu. Tim harus tahu batasan dan wewenang masing-masing.
- Fleksibilitas adaptif memungkinkan tim mengubah arah secara cepat ketika data pasar menunjukkan kebutuhan baru.
- Prioritaskan komunikasi langsung (face-to-face) dibanding email panjang. Keputusan strategis harus diambil dalam hitungan jam.
Budaya Debriefing: Kegagalan sebagai Data Perbaikan
Patrick Walujo menekankan bahwa militer mengajarkan satu hal penting: setelah misi, selalu ada debriefing yang jujur tanpa mencari kambing hitam. Di GoTo, kegagalan dianggap sebagai data untuk perbaikan, bukan sebagai alasan untuk menyalahkan. Budaya ini membangun kepemimpinan yang tangguh dan tim yang terus belajar. Langkah-langkah yang bisa diterapkan profesional muda:
- Evaluasi rutin setelah setiap proyek atau sprint—fokus pada apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan.
- Hilangkan budaya menyalahkan. Gantikan dengan sesi umpan balik yang konstruktif dan berorientasi solusi.
- Dokumentasikan pembelajaran agar seluruh tim bisa mengakses dan menerapkannya di masa depan.
Pendekatan manajemen ala militer ini telah membantu GoTo bertahan di tengah persaingan digital yang ketat. Bagi para profesional muda, kuncinya adalah membangun budaya eksekusi cepat yang terukur—dimana kecepatan dan disiplin berjalan beriringan. Jangan takut gagal, jadikan setiap kegagalan sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Mulailah dengan menerapkan siklus keputusan pendek, komunikasi langsung, dan debriefing jujur dalam tim Anda. Itulah cara memimpin yang efektif di era ketidakpastian.