OLAHDISIPLIN

Wawancara

Wawancara Eksklusif dengan Laksamana Madya TNI: Strategi Membangun Tim Pemenang di Tengah Perubahan

Wawancara eksklusif dengan Laksamana Madya TNI ini mengungkap bahwa strategi membangun tim pemenang bertumpu pada keseimbangan 'command and care', penumbuhan kepercayaan, dan penciptaan budaya adaptif. Prinsip kepemimpinan militer yang transformasional ini menawarkan pelajaran berharga bagi profesional muda dalam mengelola tim tangguh dan berinovasi di tengah ketidakpastian.

Wawancara Eksklusif dengan Laksamana Madya TNI: Strategi Membangun Tim Pemenang di Tengah Perubahan

Dalam wawancara eksklusif dengan Olah Disiplin, seorang Laksamana Madya TNI membongkar strategi intinya untuk membangun tim pemenang yang tangguh di tengah dinamika perubahan yang konstan. Kuncinya bukan pada kontrol ketat, melainkan pada kemampuannya menciptakan ekosistem kepemimpinan yang memadukan ketegasan arah dengan perhatian pada manusia, serta menumbuhkan kepercayaan sebagai fondasi utama.

Kepemimpinan 'Command and Care': Keseimbangan Strategis

Laksamana tersebut mengungkap bahwa filosofi 'command and care' menjadi inti dari praktik kepemimpinannya. Konsep ini menekankan bahwa memimpin dengan visi yang jelas dan instruksi tegas (command) harus diimbangi dengan kepedulian yang otentik terhadap kesejahteraan dan perkembangan setiap anggota tim (care). "Kepercayaan adalah mata uang utama dalam tim yang efektif," tegasnya. Pendekatan ini membangun loyalitas organik dan sense of belonging yang kuat, yang membuat tim tetap solid bahkan di bawah tekanan. Dalam konteks perubahan yang cepat, fondasi hubungan yang dibangun dengan prinsip ini menjadi peredam kejut sekaligus pendorong adaptasi.

Strategi Membangun Tim Pemenang dalam Ketidakpastian

Untuk mengelola tim di lingkungan yang penuh perubahan, Laksamana itu menekankan tiga pilar strategis:

  • Shared Purpose yang Menginspirasi: Menetapkan tujuan bersama yang lebih besar dari individu, memberikan makna pada setiap tugas dan keputusan, serta menjaga tim tetap terfokus dan termotivasi.
  • Budaya Pembelajaran Berkelanjutan: Mendorong mindset untuk terus belajar dan beradaptasi. Ia menekankan keberanian untuk bereksperimen dengan taktik baru tanpa takut akan kesalahan yang terkendali.
  • Pemberdayaan & Otonomi: Menghindari mikro-manajemen dengan memberikan kepercayaan dan wewenang kepada anggota tim. Ini menciptakan ruang bagi inovasi dan mengembangkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan secara mandiri.
Strategi ini menciptakan lingkungan di mana perubahan dipandang sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, bukan sekadar ancaman yang harus ditakuti.

Wawancara ini memberikan perspektif bahwa prinsip kepemimpinan militer yang transformasional sangat relevan untuk dunia korporat dan organisasi modern. Intinya adalah pergeseran dari sekadar mengelola tugas menjadi memimpin manusia — membangun sistem, budaya, dan hubungan yang memungkinkan tim berkinerja maksimal secara mandiri dan inovatif.

Untuk profesional muda yang sedang membangun tim atau memimpin proyek, ada poin aksi konkret yang bisa langsung diterapkan: Pertama, investasikan waktu untuk benar-benar memahami anggota tim dan bangun kepercayaan melalui komunikasi transparan dan dukungan nyata. Kedua, artikulasikan 'shared purpose' dengan jelas dan hubungkan pekerjaan sehari-hari dengan tujuan besar tersebut. Ketiga, berikan ruang dan kepercayaan bagi anggota untuk mengambil keputusan dan bereksperimen, sambil menciptakan budaya di mana pembelajaran dari kegagalan dihargai sebagai langkah menuju perbaikan.